Teori Informasi dan Cara Alam Semesta Bekerja Ketika membicarakan alam semesta, kita biasanya memikirkan galaksi, bintang, planet, atom, energi, ruang, dan waktu. Semua itu merupakan bagian penting dari cara manusia memahami realitas fisik. Namun, perkembangan fisika modern menghadirkan sebuah gagasan yang menarik: informasi mungkin mempunyai peran yang jauh lebih penting dalam memahami alam semesta daripada yang selama ini kita bayangkan. Gagasan ini berawal dari perkembangan teori informasi, mekanika statistik, dan fisika kuantum. Dalam teori informasi, kita mempelajari bagaimana informasi dapat diukur, disimpan, dikirim, dan diproses. Dalam fisika, informasi ternyata juga berkaitan dengan keadaan sistem, pengukuran, entropi, dan proses komputasi. Salah satu konsep yang terkenal adalah “it from bit” yang dikemukakan oleh fisikawan John Archibald Wheeler. Gagasan tersebut mengajak para ilmuwan dan filsuf untuk mempertanyakan apakah realitas fisik pada tingkat paling dasar memil...
Apakah Informasi Lebih Fundamental daripada Materi? Selama berabad-abad, manusia berusaha menjawab pertanyaan mendasar tentang apa yang sebenarnya membentuk alam semesta. Kita mengenal materi, energi, ruang, waktu, gaya, dan partikel sebagai bagian penting dari gambaran fisika modern. Namun, perkembangan teori informasi dan fisika kuantum memunculkan sebuah pertanyaan yang jauh lebih mendalam: Apakah informasi mungkin lebih fundamental daripada materi? Pertanyaan tersebut bukan sekadar permainan kata. Dalam fisika modern, informasi mempunyai peranan yang sangat penting. Keadaan suatu sistem dapat digunakan untuk menyimpan informasi, pengukuran menghasilkan informasi, dan proses komputasi harus diwujudkan melalui sistem fisik. Bahkan, fisikawan Rolf Landauer menekankan bahwa informasi selalu mempunyai representasi fisik. Artinya, informasi yang disimpan atau diproses dalam dunia nyata tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari hukum-hukum fisika. Di sisi lain, muncul gagasan yang jauh...